Adab tidak hanya terdapat di dunia nyata, namun di dunia maya atau sebut saja dunia internet, adab juga sangat dibutuhkan disini. Dengan adanya adab di dunia maya, maka semua hal-hal negative, seperti mencela atau menhina karya porang lain, mengcopy paste karya tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumbernya akan dapat diminimalisir, sehingga prang tidak perlu takut lg untuk mencurahkan hasil karya tulisannya di internet.
Rabu, 23 Mei 2012
Adab Penulisan di Internet
Adab tidak hanya terdapat di dunia nyata, namun di dunia maya atau sebut saja dunia internet, adab juga sangat dibutuhkan disini. Dengan adanya adab di dunia maya, maka semua hal-hal negative, seperti mencela atau menhina karya porang lain, mengcopy paste karya tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumbernya akan dapat diminimalisir, sehingga prang tidak perlu takut lg untuk mencurahkan hasil karya tulisannya di internet.
Minggu, 13 November 2011
INDONESIA Melaju ke Semifinal !!!
Rakyat Indonesia kembali bergembira, setelah malam tadi Timnas Sepakbola U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Timnas Thailand dengan skor 3-1. Ini adalah kali pertama Indonesia mengalahkan Thailand dalam ajang bergengsi se asia tenggara, Sea Games. Dengan kemenangan ini, Timnas Indonesia berhasil membukukan point 9 dan menempati puncak klasmen, sementara di posisi kedua ada Malaysia dengan point 7.
Point 9 ini telah berhasil membuat Indonesia masuk ke dalam semifinal. Sementara Malaysia harus bisa memenangkan atau paling tidak seri di pertandingan berikutnya melawan Indonesia kamis, 14 November 2011 nanti di stadion utama senayan.
Mengulas sedikit tentang pertandingan melawan Thailand, ini dia susunan pemain kedua tim:
Indonesia: 1- Kurnia Meiga; 13-Gunawan Dwi Cahyo, 28-Abdul Rahman, 15-Hasim Kipuw, 24-Diego Michiels; 8-Egi Melgiansyah, 26-Hendro Siswanto (Mahardiga Lasut 56); 21-Andik Vermansyah (Lucas Mandowen 87), 10-Octovianus Maniani (Ferdinand Sinaga 80), 27-Patrich Wanggai; 25-Titus Bonai.
Thailand: 18-Ukrit Cumsokcheak; 3-Seeket Madputeh, 8-Sarach Yooyen, 9-Ronnachai Rangsiyo, 11- Isarapong Lilakorn, 12-Kroekrit Thawikan, 14-Natarid Thammroddodpon, 15- Theeraton Bunmathan, 16-Sutjarit Jantakol, 17-Pokklaw A-Nan, 20-Komkrit Cumsokcheak.
Sebetulnya, kedua tim tampil memeragakan permainan cepat. Namun, sial bagi Thailand. Karena harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Theeraton Bunmathan mendaptkan akumulasi kartu kuning pada menit ke-13. Pemain bernomor punggung 15 tersebut diganjar kartu kuning kedua akibat menjatuhkan Andik Vermansyah saat melakukan penetrasi di sayap kanan.
Meskipun demikian, Indonesia tidak dibiarkan leluasa bermain. Beberapa kali serangan yang dilancarkan Egi Melgiansyah dan kawan-kawan berhasil dipatahkan barisan pertahanan Thailand. Indonesia tak menyerah begitu saja. Mereka terus menjaga intensitas serangannya.

Akhirnya, perjuangan keras Indonesia membuahkan hasil berkat gol yang diciptakan Titus Bonai pada menit ke-33. Gol tersebut berawal dari umpan silang Hasim Kipuw setelah melakukan pentrasi di sektor kanan. Umpan tersebut langsung disambut Tibo dengan sundulan dan gol. Gol tersebut membuat Indonesia semakin menggila. Di sisa waktu babak pertama, dua peluang emas Indonesia untuk memperlebar kedudukan terbuang sia-sia. Hendro Siswanto dan Andik Vermansyah gagal menyarangkan bola ke gawang Thailand meskipun keduanya tinggal berhadapan dengan Ukreet Wangmeena. Skor tersebut bertahan sampai babak pertama habis.
Di awal babak kedua, Indonesia diganjar hukuman penalti setelah Abdurahman menjatuhkan Sarach Yooyen. Ronnachai Rangsiyo yang tampil sebagai eksekutor sukses menjaringkan bola pada menit ke-51. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1. Namun hasil imbang tersebut hanya bertahan 12 menit. Indonesia kembali unggul 2-1 berkat gol yang diciptakan Patrich Wanggai memanfaatkan sepak pojok.
Indonesia pun semakin di atas angin, setelah Thailand harus bermain sembilan pemain karena Ekkasit Chaobut mendapatkan akumulasi kartu kuning pada menit ke-65. Chaobut diganjar kartu kuning kedua akibat melanggar Andik.
Meskipun kalah dalam jumlah pemain, Thailand terus mencoba menekan di sisa waktu babak kedua. Namun, hal tersebut membuat lubang di lini pertahanan Thailand yang mampu dimanfaatkan oleh Indonesia. Pada menit ke-91, melalui serangan balik yang cepat, Ferdinand Sinaga mampu mencetak gol perdananya di ajang SEA Games setelah memanfaatkan umpan dari Wanggai. Skor 3-1 pun akhirnya dibawa pulang oleh Indonesia, dan Thailand tertunduk malu. Ini adalah kali pertama untuk Thailand tidak mampu menempuh pertandingan sepak bola hingga semifinal dalam ajang Sea Games.
Meski demikian, Indonesia tidak boleh terlalu besar kepala terlebih dahulu, karena kamis nanti Malaysia siap menguji Timnas Indonesia. Selain itu lawan-lawa di semifinal dari Group B juga siap menghadang langkah Indonesia.
Apapun yang terjadi, mari tetap dukung Timnas INDONESIA !!!!
INDONESIA BISA !!! (^_^)
http://www.goal.com/id-ID/match/70267/indonesia-u-23-vs-thailand-u-23/report
http://www.republika.co.id/berita/sepakbola
Jumat, 11 November 2011
PKM - Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMM)
"Prototype Alat Otomatis Pemberi Pakan dan Minum Ayam Berbasis Mikrokontroler AT89S51"
Judul diatas adalah merupakan salah satu usulan kelompok kami dalam melakukan PKM 2011. Kami berharap dengan adanya protype ini, dapat membantu masyarakat, khususnya para peternak ayam agar dapat terbantu dalam memberi makan ternak-ternak mereka.
Seiring meningkatnya jumlah pendapatan penduduk Indonesia maka semakin meningkat pula kebutuhan bahan makanan, termasuk bahan makanan yang berasal dari hewan terutama daging. Salah satu jenis ternak yang yang menjadi sumber utama penghasil daging adalah ayam di mana pemeliharaan dan konsumsi sudah menyebar di seluruh Indonesia, di samping itu, beberapa kelebihan yang dimiliki ayam sebagai bahan konsumsi telah menyebabkan terdapatnya preferensi yang tinggi dari masyarakat terhadap daging ayam potong. Di DKI Jakarta saja, kebutuhan ayam potong mencapai 1,5 juta ekor per hari. Sementara di Tanah Air kebutuhan ayam potong diperkirakan mencapai tiga juta sampai lima juta ekor per hari.(Tim Liputan 6 SCTV, Dusta Pedagang Ayam Potong, Diambil 2 Mei 2007, dari http://www.Liputan6.com).
Komoditas unggas mempunyai prospek pasar yang baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas seperti ayam diterima oleh masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim, harga yang relatif murah dengan akses yang mudah karena sudah merupakan barang publik dan merupakan pendorong utama penyediaan protein hewani nasional. Sebagai salah satu sumber penyediaan protein hewani, masyarakat Indonesia mulai mencoba membuka usaha baru sebagai perternak ayam.
Bagi usaha peternak ayam, agar dapat menghasilkan kualitas yang baik maka sangat diperlukan pemeliharaan yang lebih baik dan dilakukan secara kontinu. Dalam pemeliharaan ayam, ada dua hal yang sangat berperan dalam kelangsungan hidup ayam tersebut yaitu jangka waktu pemberian pakan dan minum. Memberi pakan yang tepat dapat menghasilkan kualitas ayam yang sangat baik. Pemberian minum yang bersih dapat menjaga pertumbuhan ayam. Para peternak ayam di dalam memberi makanan masih menggunakan sistem memberi pakan dan minum secara manual. Dosis makanan untuk ayam umur sekitar 18 minggu ± 5 kali sehari, selang waktu 1 jam. Dengan adanya suatu rutinitas para petani peternak ayam dalam memberi pakan dan minum, terkadang kala muncul suatu masalah yaitu kelupaan dalam memberi makanan ataupun minuman.
Akibat munculnya suatu masalah, peternak ayam mulai mencari solusi atas permasalahan tersebut. Dengan ini penulis mencoba membuat satu solusi dimana mengubah sistem memberi makanan dan minuman manual menjadi sebuah sistem baru yaitu sistem pemberian makanan dan minuman otomatis dengan judul ″Prototype Alat Otomatis Pemberi Pakan dan Minum Ayam Berbasis Mikrokontroler AT89S51″
Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Berpartisipasi program pemerintah dalam meningkatkan produksi ayam berkualitas.
2. Memudahkan dalam mengendalikan pemberian pakan dan minum kepada ayam.
3. Mampu menghemat pakan dan minuman untuk ayam agar tidak terbuang sia-sia dan terjamin kualitas makanannya.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi karya yang dapat diproduksi secara masal. Selain itu dapat pula dilanjutkan untuk keperluan hak cipta atau hak paten bila mungkin.
Berikut ini adalah metode pelaksanaan dari pembuatan prototype dari alat tersebut.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Dalam rangka penyelesaian penelitian ini, pelaksanaan kegiatan dilakukan di Laboratorium Teknik Industri Universitas Gunadarma, rumah kost, dan rumah tinggal.
Tahapan pelaksanaan/Jadwal Faktual
Tahap-tahap yang sudah dilakukan yaitu:
1. Analisis Kebutuhan
Tahap analisis kebutuhan terdiri dari beberapa jenis. Untuk kebutuhan pengumpulan data dan informasi dilakukan survei ke pusat perbelanjaan Glodok, Pasar Glodok dan rumah kost. Selain itu analisis kebutuhan juga dilakukan dalam rangka perumusan komponen yang sesuai untuk perancangan alat yang diusulkan. Hal ini dilakukan dengan studi pustaka.
2. Desain Konsep Sistem
Setelah analisis kebutuhan dirumuskan, maka selanjutnya adalah kegiatan desain atau merancang.
3. Pembuatan Alat
Setelah rancangan konsep selesai dilakukan selanjutnya kegiatan realisasi pembuatan alat. Pertama kali dilakukan perancangan alat dengan melakukan desain alur rangkaian pada software reads51 agar supaya dapat melakukan analisis sesuai dengan yang kita inginkan.
4. Uji Coba
Pengujian dilakukan di rumah kost dan evaluasi di Laboratorium Teknik Industri Universitas Gunadarma. Proses uji coba dilaksanakan setiap saat terhitung dari minggu ke-8 dan ke-9 selama proses penelitian berlangsung dalam 12 minggu.
Sumber:
Proposal PKM-K Universitas Gunadarma “Prototype Alat Otomatis Pemberi Pakan dan Minum Ayam Berbasis Mikrokontroler AT89S51” (4ID01 – September 2011)
